Diposting oleh ekow pada 06 Juni 2013 10:26:05 WIB
Kategori : Artikel - dibaca 3115 kali

KEGEMBIRAAN masih menggayut di hati peraih medali perak OSN IPS di Batam. Kepada teman-teman di SMP N 2 Rembang, ia mengisahkan segala yang ia alami. Berikut penuturannya. Selamat mengikuti kisahnya, semoga menjadi inspirasi bagi kita.


Awalnya aku tidak menyangka bisa pergi ke Batam. Ya, kota yang terkenal karena termasuk dalam “Segitiga SIJORI” ini memang indah. Aku juga tidak menyangka bisa mendapatkan medali Perak di OSN IPS 2013. Tapi, semua itu telah aku dapatkan, gratis pula. Inilah yang namanya kuasa Allah, kawan. Aku membuktikan, Allah tidak pernah tidur. Allah tahu hamba-Nya yang telah berusaha keras dan berdoa, dan Allah pasti akan mengabulkan apa yang diminta oleh hamba-Nya. Disini aku akan bercerita tentang perjalanan berat, penuh kerja keras, serta pengorbanan demi meraih cita-cita.

            Namaku Jorghy Sultan Bakhtari, putra dari Pak Ali Munir dan Ibu Ida Mariana. Aku dilahirkan tanggal 29 April 1999 di sebuah kota yang tidak begitu besar, Bima, Nusa Tenggara Barat. Disana lah aku menimba ilmu sampai kelas 2 Sekolah Dasar. Kemudian aku pindah ke Rembang, Jawa Tengah, mengikuti papaku yang dipindah tugaskan. Kedua orang tuaku sangat mendukung semua hal positif yang kulakukan.

            Perjuanganku meraih medali Perak OSN IPS 2013 dimulai dari kelas 7 lebih tepatnya tahun 2012. Adalah SMPN 2 Rembang yang membinaku menjadi ahli IPS. Kenapa aku memilih IPS? Ya, menurut banyak orang lomba OSN IPS adalah yang paling rumit dan yang paling banyak materinya. Memang, OSN IPS menyangkut 4 mata pelajaran sekaligus, yaitu Geografi, Sejarah, Ekonomi, dan Sosiologi. Tapi, menurutku IPS itu paling mudah dipahami, paling mudah hitungannya. Intinya, IPS itu sangat menarik bagiku. Aku dibina bersama murid-murid kelas 8. Hanya aku yang masih duduk di kelas 7 saat itu. Sayangnya, tahun itu aku belum bisa mewakili sekolahku dalam ajang yang paling bergengsi ini. Kakak kelasku, mbak Azza yang mewakili sekolah pada waktu itu. Tapi, dia tidak lolos ke tingkat Nasional.

            Februari 2013, aku mulai dibina oleh guru secara intensif. Karena tahun lalu terlepas kesempatan meraih medali, tahun ini sekolahku sangatlah fokus. Bersama 3 temanku dari 3 mata pelajaran yang lain, setiap hari kami dibina, digembleng untuk bisa mendapatkan medali. Kami belajar dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Setahuku, hanya itulah cara kita untuk bisa memperoleh medali.

            Pada tanggal 9 Maret 2013, aku menjalani hari yang cukup bersejarah dalam hidupku. Pada hari inilah penentuan masa depanku dimulai. Ya, hari ini lomba OSK (Olimpiade Sains tingkat Kabupaten) 2013 dilaksanakan. Sebelum lomba, aku merasa grogi, takut tidak lolos passing grade ke tingkat Provinsi. Lomba pun dimulai. Selama 2,5 jam aku mengerjakan 100 soal pilihan ganda. Alhamdulillah, aku berhasil mengerjakan semuanya. Aku lumayan yakin.

            30 Mei 2013 hasil OSK diumumkan di situs resmi dinas pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Alhamdulillah, aku mendapat peringkat 2 se-Provinsi Jateng. Nilaiku 80. Bagi 35 murid terbaik, harus mengikuti pembinaan untuk lomba OSP (Olimpiade Sains Provinsi) di Griya Paseban, Semarang. Pembinaan tersebut dilaksanakan tanggal 7-12 Mei 2013. Selama 6 hari kami digembleng untuk bisa mewakili Provinsi Jawa Tengah dikancah Nasional.

            Akhirnya, aku pun menghadapi lomba OSP IPS 2013. Lomba ini dilaksanakan tanggal 12-13 Mei 2013. Lagi-lagi, selama 2,5 jam aku mengerjakan 100 soal yang terdiri dari 60 soal pilihan ganda, 20 soal wacana, dan 20 soal isian singkat. Boleh dikatakan, soal ini sangat sulit. Aku pun kewalahan dalam mengerjakannya. Keringatku pun mengucur deras. Padahal lomba dilaksanakan di ruangan ber-AC. Keyakinan bisa bertarung dalam level Nasional pun kian menipis.

            Sesampainya di rumah, aku hanya diam. Berharap-harap cemas. Sebuah pertanyaan berkecamuk dalam pikiranku, “Akankah aku lolos ke tingkat Nasional? Atau aku berakhir seperti kakak kelasku?”. Jelas, merupakan beban berat. Hingga tiba lah saat pengumuman. Hasil OSP di ranking menurut Provinsi masing-masing. Alhamdulillah, aku bisa lolos ke tingkat Nasional. Tapi, aku sedikit kecewa dengan peringkatnya. Aku hanya bisa duduk diperingkat ke-15 dari 16 anak. Sungguh tragis!

            Untuk memantapkan langkah ke tingkat Nasional, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah mengadakan Training Center untuk semua mata pelajaran yang dilombakan di OSN 2013, yaitu; Matematika, Fisika, Biologi, dan IPS. Entah mengapa IPS selalu disebut belakangan. Mungkin karena IPS adalah mata pelajaran yang baru dilombakan tahun 2010. Sedangkan OSN sendiri sudah ada sejak tahun 2002.

            Training Center dilaksanakan pada tanggal 2-14 Mei 2013 lagi-lagi di Griya Paseban. Ya, sekitar 2 minggu plus 1 minggu lomba sehingga totalnya 3 minggu aku meninggalkan rumah. Jauh dari keluarga merupakan hal yang terberat.

            2 Mei 2013 aku berangkat menuju Semarang. Sangat sulit rasanya meninggalkan keluarga yang aku cintai ini. Aku sempat meneteskan air mata ketika berangkat. Hari ini sedikit keberuntungan menyertaiku. Guruku, Ibu Lini mengantarkanku dengan mobil pribadinya. Sehingga, aku tidak usah repot-repot naik bus atau naik travel. Hanya duduk manis, dan menunggu. Hahaha!

            Setiap hari rasanya semakin berat. Kepenatan, kebosanan, kemalasan selalu menghantuiku. Tapi, aku selalu ingat kalimat yang ampuh dari papaku, “Kesuksesan itu tidak diraih dengan cuma-cuma, hanya dengan kerja keras, doa, dan pengorbanan kesuksesan bisa terwujud.” Kalimat ini luar biasa. Akhirnya aku dapat melawan semua rasa negative yang merupakan efek samping dari Training Center ini. Semangatku kian terlecut ketika papa serta adikku datang menjenguk di hari Minggu, 5 Mei 2013. Rasa ingin mendapatkan medali semakin mengisi dadaku.

            Mulai dari pukul 08.30 aku beserta ke-15 temanku dibina, digembleng untuk bisa memberikan yang terbaik bagi Jawa Tengah pada umumnya, dan bagi kami sendiri khususnya. Training Center selesai pukul 21.00. Malam memang. Tapi, sesampainya di kamar aku tidak langsung tidur. Sulit rasanya untuk lepas dari buku.  Jadi, aku belajar sekitar 30 menit sebelum tidur. Ya, cukup untuk mengulang pelajaran yang telah aku terima hari ini.

            12 hari sudah berlalu, pada hari ke-13 kami beserta murid-murid dari mata pelajaran yang lain pergi ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk mengikuti upacara pelantikan sebagai kontingen Provinsi Jawa Tengah. Jumlah seluruh kontingen Jawa Tengah ada 67 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Tapi, hanya aku sendiri yang berasal dari Rembang. Beda sendiri rasanya nikmat! Di acara tersebut aku dipercaya menjadi Komandan Upacara. Hahaha!

 

            Di acara ini pula diumumkan peringkat 1, 2, dan 3 dari setiap mata pelajaran berdasarkan ranking OSP kemarin. Sudah kuduga, aku tidak mendapatkan apa-apa. Aku hanya duduk merenung. Semangatku sedikit menciut. Apalagi setelah diumumkan ranking OSP secara Nasional. Dari 66 jatah passing grade yang ada, aku hanya menempati peringkat ke 65. Nyaris saja aku menjadi perwakilan provinsi. Keyakinan sedikit mengabur.

            Sepulang dari acara, kami menuju Griya Paseban, rumah kedu kami. Sesampainya di kamar aku hanya duduk lesu. Merenungkan ranking OSP yang bawah sekali. Rasanya sungguh berat. Tapi, Allah memang tidak tidur, disaat semangat serta keyakinanku mulai memudar, Allah membangkitkannya lagi. Dengan cara, pertama, adanya ESQ. Di acara ini semangat kami semakin tergugah. Ingin rasanya mencium medali sendiri. Kedua, keluargaku. Di hari terakhir Training Center ini, seluruh keluargaku datang. Papa, mama, adik-adikku, semua ada. Senang rasanya keika melihat muka-muka yang selalu ada dalam suka maupun dukaku, yang selalu memberi semangat, yang selalu mendorongku memberi motivasi utuk maju. Aku kembali semangat dan yakin. Semangat untuk mempersembahkan medali bagi keluargaku, bagi Jawa Tengah, bagi semuanya!

            15 Mei 2013, kami berangkat menuju Batam. Penerbangan dari bandara Ahmad Yani pukul 06.10. Pagi memang. Kami akan menempuh perjalanan ke Bandara Soekarno-hatta terlebih dahulu untuk transit. Karena bandara Hang Nadim di Batam tidak menerima penerbangan langsung dari bandara Ahmad Yani.

            Akhirnya kami sampai di bandara Hang Nadim sekitar pukul 14.00. Kami langsung menuju hotel Golden View, tempat kami beristirahat selama 1 minggu ke depan. Hotel ini hotel berbintang 4. Ketika sampai di hotel, kami langsung disambut oleh berbagai formulir untuk pelunasan tiket pesawat serta uang saku. Kami baru beristirahat sekitar pukul 15.30. Malam harinya, ada acara pemberian informasi oleh pemilik hotel serta panitia penyelenggara OSN 2013.

            Keesokan harinya, kami bersama ratusan anak dari 33 provinsi pergi ke SMP Harapan Utama untuk mengikuti acara pembukaan. Sesampainya di SMP Harapan Utama, kami terkagum-kagum melihat megahnya bangunan SMP ternama di kota Batam tersebut. Entah berapa uang gedung maupun SPP yang harus dibayarkan oleh murid di sekolah itu.

Jam menunjukkan angka 10 acara pembukaan dimulai. Kami disuguhkan tarian daerah serta penyanyi-penyanyi yang membawakan lagu daerah Provinsi Kepulauan Riau. Sungguh indah tarian mereka. Suara penyanyi pun sangat merdu. Setelah itu giliran Gubernur Provinsi Kep. Riau yang tampil. Beliau memberikan sambutan, tak lupa diakhiri dengan sepasang pantun yang indah juga jenaka. Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Menteri Pendidikan Indonesia. Seakan tak mau kalah dengan Pak Gubernur, Pak Wakil Menteri pun memberikan sepasang pantun yang indah serta jenaka. Sekitar jam 13.30 WIB kami kembali ke hotel untuk beristirahat.

Di malam harinya, acara Technical Meeting pun dilaksanakan di lantai 10 Hotel Golden View. Semua mata pelajaran tesnya akan dilaksanakan di SMP Harapan Bangsa. Untuk mata pelajaran yang aku ikuti, IPS, mendapat giliran terakhir dalam penjelasan. Memang giliran terakhir ini disegaja. Karena materi lomba OSN IPS sangatlah berbeda dengan yang lain.

Di hari pertama kami para peserta OSN IPS harus mengikuti tes tertulis, tes isian singkat Multimedia serta tes praktikum. Lomba dimulai pukul 08.30 tepat. Dan kami harus ada di tempat lomba selambat-lambatnya 30 menit sebelum lomba dimulai. Lomba hari pertama diperkirakan berakhir pukul 17.00 WIB. Ini sangt lah berbeda dengan mata pelajaran yang lain. Matematika, Fisika, dan Biologi dihari pertama hanya melaksanakan tes tertulis. Dimulai pukul 08.30 dan berakhir pukul 11.00.

Dihari kedua pun sangat berbeda. Matematika tetap tes tertulis, Biologi dan Fisika tes praktikum. Dan lomba mulai pukul 08.30-11.00. Sedangkan IPS, hari kedua adalah tes presentasi. Kami dibagi menjadi 2 kloter menurut nomor undian. Kloter 1 nomor urut 1-50, sedangkan kloter 2 nomor urut 51-99. Kloter 1 akan berangkat pukul 08.00 dan diperkirkan selesai sekitar pukul 11.00. Kloter 2 akan berangkat pukul 10.00 dan selesai pukul 17.00. Aku mendapatkan nomor urut 93, jadi aku berangkat pukul 10.00 di hari kedua lomba.

Jum’at, 17 Mei 2013, lomba hari pertama dimulai pukul 08.30. Aku harus mengerjakan tes tertulis 50 soal pilihan ganda, dalam waktu 2 jam. Menurutku, soal ini lebih mudah ketimbang soal tingkat Provinsi kemarin. Alhamdulillah, aku dapat melaluinya dengan lancar. Menurut pengumuman panitia tes isian singkat Multimedia serta tes praktikum akan dilaksanakan setelah sholat Jum’at. Jadi, kami sholat jum’at terlebih dahulu di aula SMP Harapan Utama.

Seusai sholat Jum’at, lomba dimulai lagi. Kali ini, aku harus mengerjakan 10 soal praktikum yang menurutku sangat sulit. Soal ini setara dengan tingkat pendidikan S1. Aku pun hanya bisa mengerjakan semampuku. Mimpi untuk mendapatkan medali pun semakin memudar. Kemudian aku mengerjakan tes isian singkat multimedia yang berjumlah 100 soal. Ditayangkan gambar maupun video di layar. Lalu aku menjawab pertanyaan yang tertera di lembar soal. Tes ini agak mudah. Lumayan lah untuk mengerek nilai. Keyakinanku sedikit menebal. Pukul 17.00 kami kembali ke hotel dengan rasa lelah dan kantuk yang sangat besar.

Keesokan harinya, 18 Mei 2013, lomba hari kedua dimulai. Karena aku masuk kloter kedua, aku pun berangkat pukul 10.00. Sesampainya disana, ternyata lomba tidak sesuai jadwal. Alhasil, kloter kedua mulai mendapat giliran presentasi pukul 14.30. Aku pun mendapat giliran presentasi pukul 17.00. Sebelum maju, aku merasa sangat grogi dan deg-degan. Tapi, setelah aku maju, semua rasa itu hilang. Aku mendapat poster tentang daur ulang sampah untuk dipresentasikan. Alhamdulillah, aku dapat berbicara dengan lancar dan memenuhi target waktu, sekitar 4,5 menit. Karena molor diawal kami pun kembali ke hotel sekitar pukul 18.30.

Sesampainya di hotel, aku langsung mandi sholat, dan bersiap untuk jamuan makan malam oleh Pemda Batam. Disini kami disuguhkan penampilan dari provinsi lain. Provinsi Jawa Tengah pun tak mau kalah. Ber-67 kami mengguncang hotel Golden View dengan tembang dari band yang sedang naik daun, NOAH. 2 tembang kami nyanyikan, “Separuh Aku” serta “Buka Topengmu”. Kebetulan aku menjadi salah satu vokalis dalam show tersebut. Penonton pun bersorak. Acara tersebut berakhir pukul 22.00. Selanjutnya, kami kembali ke kamar masing-masing dan tidur.

Keesokan harinya, kami diajak jalan-jalan ke beberapa tempat menarik di Batam. Mulai dari Jembatan Barelang, museum Kampung Vietnam hingga ke pantai. Tak lupa aku ikut berfoto bersama kontingen Jawa Tengah di pantai. Sungguh foto yang akan menjadi kenangan selamanya. Kami bersenang-senang hari itu. Melupakan semua rasa yang berkecamuk dalam dada.

Senin, 20 Mei 2013, hari ini bebas. Dan malamnya pengumuman pemenang pun dilaksanakan. Seharian aku merasa deg-degan yang tak terkira. Sungguh sangat menyiksa. Dari pagi hingga sore hari, aku melakukan banyak hal untuk menghilangkan rasa deg-degan tersebut. Seperti berenang, bermain game, makan di restoran, bahkan jalan-jalan bersama pamanku yang kebetulan menetap di Batam. Tapi, rasa itu tidak bisa hilang. Rasa takut tidak mendapatkan medali yang bercampur dengan rasa optimis. Sungguh aneh, tapi nyata!

Malamnya, sekitar pukul 20.00 acara pengmuman dimulai dengan sambutan-sambutan dari berbagai orang yang bertanggung jawab akan OSN ini. Setelah lama menunggu, sekitar pukul 22.30, pengumuman dimulai dengan peraih medali perunggu di bidang Biologi serta Fisika. Kemuadian dilanjutkan dengan peraih medali perunggu di bidang Matematika serta IPS. Pada saat pengumuman peraih medali perunggu bidang IPS, namaku takkunjung disebut. Malah, nama temanku satu kontingen yaitu Handy, Bachtiar serta Rossi disebut. Padahal Bachtiar adalah anak yang pintar. Kapasitasnya kadang diatas aku. Harapan pun semakin tipis.

Selanjutnya pengumuman peraih medali Perak bidang studi Biologi dan Fisika. Yang diikuti oleh pengumuman peraih medali Perak bidang studi Matematika dan IPS. Alhamdulillah namaku disebut pertama kali. Yang berarti peraih medali Perak pertama atau peringkat 6 Nasional. Nyaris medali emas! Aku langsung bersujud syukur. Bersyukur atas apa yang telah Allah berikan. Kemudian aku berjalan ke depan dengan mantap, tanpa ragu. Diiringi oleh tepuk tangan seluruh peserta OSN 2013. Rasa gugup, deg-degan, pesimis, semua sirna tanpa berbekas. Yang ada hanyalah rasa gembira. Sungguh indah! Luar biasa!

Ketika turun dari panggung aku langsung diberikan beberapa surat maupun profil dari sekolah-sekolah ternama di Indonesia. Seperti, SMA Kesatuan Bangsa, SMA Semesta, dan SMA Kharisma Bangsa. Semuanya merupaka SBI atau Sekolah Berstandar Internasional. Ya, tawaran sekolah. Dan semuanya berbeasiswa 100%. Aku sangat gembira dan bangga. Disaat anak-anak lain susah mencari SMA, bahkan mengeluarkan uang yang lumayan besar dan belum tentu diterima. Justru, aku sudah dipastikan bisa masuk SMA ternama, dengan beasiswa 100%. Aku ulangi, 100%!

Teman-temanku yang lain juga mendapatkan perak. Yaitu Ilmi, Farhan, Edho, Geby, Astrid. Tapi, pada saat pengumuman peraih medali emas untuk bidang studi IPS, saying, Jawa Tengah tidak menaruh satu wakilnya untuk berdiri diatas panggung. Ya, kontingen IPS Jawa Tengah tak ada yang mendapatkan medali emas.

Tapi, kami sangat senang, karena Jawa Tengah meraih juara umum untuk yang kedua kali secara berturut-turut. Dengan total perolehan 31 medali, 5 medali emas, 13 medali perak, serta 13 medali perunggu, Jawa Tengah mengungguli DKI Jakarta di peringkat kedua. Luar biasa!

Setelah acara selesai, dengan gembira kami mengantri untuk mencairkan uang hadiah dari medali yang kami peroleh. Aku mendapatkan Rp 5.000.000,00. Yang setelah dipotong pajak, jumlahnya brkurang menjadi Rp 4.700.000,00. Ya, berkurang Rp. 300.000,00. Menurutku tak dapat uang pun tak apa-apa. Yang penting adalah medali, serta sertifikatnya. Hahaha!

Keesokan harinya, kami pulng kembali ke Jawa Tengah. Pesawat kami take off dari bandara Hang Nadim sekitar pukul 11.40 WIB dan sampai di Bandara Soekarno-Hatta pukul 12.50 WIB. Penerbangan ke Bandara Ahmad Yani sekitar pukul 13.10 WIB. Kami sampai di Semarang pukul 15.00 WIB. Kami dijemput oleh bus dari Dinas Pendidikan Provinsi jawa Tengah, lalu dibawa ke kantor mereka. Di kantor dinas, acara penyambutan sekaligus pelepasan peserta OSN 2013 dilaksanakan. Kami bertemu dan mendengar sambutan dari bapak serta ibu dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Di dinas pula keluarga serta guruku menjemput. Aku sangat senang bisa bertemu dengan keluargaku yang lama aku tinggalkan. Rasa haru, rindu, bangga, senang, bercampur jadi satu. Rasa haru sepertinya lebih mendominasi dadaku. Aku rindu keluarga ini!

Ya, ketika ada pertemuan maka ada perpisahan. Kalimat ini benar adanya. Setelah 3 minggu bersama dalam suka maupun duka, aku harus berpisah dengan teman-teman satu kontingenku. Berat rasanya berpisah dengan anak-anak tercerdas di bidangnya. Aku bersalaman dan mengucapkan kata perpisahan dengan beberapa teman. Cantika, Fetri, Nada, Ipeh, Rota, Abi, Tiar, Rossi, Ali dan lainnya. Sampai jumpa dilain kesempatan, kawan!

Aku pulang naik mobil yang disewa oleh orang tuaku. Di sepanjang jalan, aku bercerita dengan keluargaku. Bercerita tentang suka, duka, rasa yang sempat singgah di dada.

Keesokan harinya aku mulai bersekolah seperti biasa. Senang rasanya bertemu dengan guru-guru sert teman-teman yang aku sayangi. Semuanya memberikan kata selamat kepadaku. Sungguh aku sangat terharu!

Ya, begitulah sepenggal kisahku dalam meraih medali Perak OSN IPS 2013. Sebuah kalimat ampuh dari papaku telah aku buktikan. Dan sekarang kalimat itu menjadi motto hidupku.

“Kesuksesan tidak diraih dengan cuma-cuma, hanya dengan kerja keras, do’a, serta pengorbanan kesuksesan dapat terwujud.”

Beberapa kata terima kasih aku sampaikan: Terima kasih Allah yang telah memberikan aku kesempatan hidup, yang telah memberikan aku sebuah rezeki, yaitu medali ini. Terima kasih papa, mama, serta adik-adikku yang selalu mendukung, memberi motivasi, serta menyemangatiku. Yang selalu ada dalam suka mupun dukaku. Tanpa keluarga, aku tidak mungkin bisa seperti ini. Terima kasih guru-guru serta dosen-dosen yang telah mengajariku semua ilmu yang berguna, yang akhirnya menuntunku ke medali Perak ini. Terima kasih teman-temanku yang selalu memberikan semangat. Tanpa peran dari semua ini aku bukanlah apa-apa. Terima kasih!

Share/Bookmark
Komentar
lini  | 18 Juni 2013
hebat jorghy... moga tahun2 ke depan bisa dapat emas ya....sukses ya...
Fahmi Abi  | 25 Juni 2013
Bravo Jorghyholic!!! Hahaha... namaku disebut
sonsbima  | 12 Juli 2013
aku gak disebut ghy? Tega hahaha
agasi R  | 13 Juli 2013
lanjutkan prestasimu jor!!
rosi  | 26 Juli 2013
panjang bgt...
anggun  | 02 Desember 2013
mas jor kerennn
pesan undangan pernikahan  | 22 Februari 2017
kesuksesan harus diraih dengan perjuangan
EugeneGup  | 30 April 2017
http://guod.me/it/compresse-per-potenza-silverex-aiutano-o-e-barare-persone.html
Tulis Komentar
Nama
Email (tidak di publish)
Website
Komentar
 
Kode Unik
 

Agenda

    Pencarian

    Polling

    Bagaimana menurutmu pembelajaran bahasa inggris di smp negeri 2 rembang?





    Profil Guru

    Rajendro Sumarjono,SPd, Lahir di Sumber Lawang pada tanggal 05 November 1952 . Saat ini beliau tinggal di : jl.P.HOS Cokroaminoto Rembang. Jabatan Guru,Humas mengampu mata pelajaran Kertangkes. CP : , email: Jendros@gmail.com

    Download

    Slide Photo

    Kalender

      Rabu, 22 November 2017  
    S M T W T F S
          1 2 3 4
    5 6 7 8 9 10 11
    12 13 14 15 16 17 18
    19 20 21 22 23 24 25
    26 27 28 29 30    

    Gallery

    User Statistik


    Pengunjung hari ini 16
    Total Pengunjung 40488

    Hit hari ini 45
    Total Hit 550219

    Pengunjung Online 9

    Support

    Amri Ulinnuha