Diposting oleh ekow pada 27 September 2013 15:45:46 WIB
Kategori : Artikel - dibaca 1197 kali

Dulu, ketika aku masih kecil, aku ingin pergi ke luar negeri. Tapi, aku  berpikir lagi, siapa yang bisa membiayai? Akhirnya, aku hanya menyimpan mimpi itu di hati. Ternyata, setelah melalui perjuangan aku berhasil ke luar negeri, dan dibiayai pemerintah pula.

            Namaku Jorghy Sultan Bakhtari. Dilahirkan di Bima NTB, 29 April 1999. Aku adalah putra sulung dari pasangan Pak Ali Munir dan Ibu Ida Mariana. Aku berasal dari keluarga kecil, yang tidak bergelimang harta, yang harus berusaha keras untuk bisa mewujudkan hal yang diinginkan. Aku bersekolah di SMPN 2 Rembang. Sekarang, masih duduk di kelas IX.

            Karena aku memperoleh medali Perak pertama di OSN IPS, maka aku dipanggil untuk mengikuti pelatnas di Bandung dari tanggal 11 Agustus – 3 September 2013. Pelatnas ini hanya diikuti oleh 3 murid SMP di seluruh Indonesia untuk menyiapkan kontingen Indonesia Junior dalam menghadapi International Astronomy Olympiad (IAO) di Lithuania, Eropa Timur. Selain aku, ada Akbar Fachrezy dari Banyuwangi juga Christian Evan Chandra dari Jakarta.

            Aku berangkat dari SMP 2 Rembang pada tanggal 10 Agustus 2013. Pelatnas bertempat di Gedung Ganesha Astromedia, Bandung dan dimulai pada tanggal 12 Agustus 2013. Kami belajar hal yang benar-benar baru, yang tidak ada dalam kurikulum SMP bahkan SMA. Tenaga pengajar berasal dari dosen-dosen serta Guru Besar Astronomi di ITB. Pengajar-pengajar yang sangat professional dan berpengalaman, sehingga kami lebih mudah memahami Astronomi.

            Setiap hari pembinaan dimulai pukul 08.00 sampai pukul 21.00. Tapi, apabila ada latihan observasi, maka pembinaan diakhiri pukul 24.00. Setelah seminggu pembinaan, temanku Evan jatuh sakit, dia divonis terkena penyakit radang usus, sehingga harus opname selama 3 minggu dan otomatis tidak bisa membela Indonesia.

            Setelah 2 minggu, pembinaan di Gedung Ganesha Astromedia pun berakhir, tempat pembinaan pun dipindahkan ke Observatorium Bosscha, masih di Bandung. Kami berangkat ke Bosscha pada tanggal 25 Agustus 2013. Pembinaan di Bosscha dimulai tanggal 26 Agustus 2013. Di Bosscha kami dibina oleh Tim Pembina Olimpiade Astronomi Indonesia, yang merupakan dosen-dosen terhebat di bidang Astronomi di Indonesia. Disini pula kami berjumpa dan dibina bersama dengan kontingen Indonesia Senior dalam lomba yang sama, IAO. Mereka adalah Kusuma Yani Pramanto dari Berau, Kalimantan Timur, juga Adhimukti Wibowo dari Bekasi, Jawa Barat. Disini kami lebih banyak dilatih dengan soal-soal astronomi agar lebih biasa dalam mengerjakannya.

            Pembinaan di Bosscha berlangsung selama 1 minggu dan berakhir tanggal 1 September 2013. Keluargaku sempat megunjungiku di Bosscha tanggal 1 September 2013. Tiada yang mengalahkan rasa bahagia bertemu keluarga. Sore hari tanggal 1 September 2013 kami berangkat ke Jakarta untuk pembinaan selanjutnya.

            Pembinaan tahap akhir di Jakarta berlangsung tanggal 2-3 September 2013 dilaksanakan di Planetarium Jakarta. Disini kami belajar untuk mengahafal rasi-rasi bintang yang ada di langit. Memang banyak, tapi, kami bersemangat untuk mengahafalkannya.

            Setelah 2 hari, pada tanggal 4 September 2013 sore hari kami berangkat. Tapi, di pagi harinya kami mengikuti upacara pelepasan kontingen Junior Indonesia di Direktorat Jendral SMP Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pada sore hari pukul 18.00, kami pun berangkat. Kami menumpang di pesawat Garuda Indonesia menuju ke Bangkok, Thailand untuk transit disana. Setelah 3 jam kami pun sampai di Bangkok. Kemudian penerbangan dilanjutkan dengan maskapai Lufthansa ke Frankfurt, Jerman dengan waktu tempuh 12 jam. Selanjutnya ke Vilnius, Lithuania dengan Lufthansa waktu tempuh 3 jam.

            Setelah 26 jam perjalanan keseluruhan, akhirnya, kami sampai di Dubingiai pada hari Kamis, tempat penginapan sekaligus tempat lomba. Kami adalah kontingen pertama yang sampai di tempat tersebut. Kami langsung beristirahat di kamar. Lelah, setelah 26 jam perjalanan.

            Pada tanggal 7 September 2013 sore hari, International Astronomy Olympiad resmi dibuka oleh pak Mikhail G. Gavrilov, sang presiden sekaligus pemrakarsa IAO. Jadwal selanjutnya adalah team presentation yang dimulai pukul 20.00 waktu Lithuania (GMT +3). Masing-masing team membawakan kesenian negara masing-masing. Team Indonesia membawakan Tari Jaranan.

            Keesokan harinya, lomba pun dimulai, lomba kali ini diawali Theoretical Round atau babak teori. Lomba dimulai pukul 10.00. Di babak ini kami harus mengerjakan 6 soal dalam waktu 4 jam. Semua dalam bentuk uraian. Soalnya sangat sulit. Aku pun hanya bisa mengerjakan 3 soal. Setelah lomba selesai kami pun bermain sepakbola juga basket dengan anak-anak dari negara lain.

            Tanggal 9 September 2013, lomba Observational Round atau babak observasi dimulai. Karena observasi, maka lombanya pun dilaksanakan pukul 21.00-01.00. Peserta dibagi dalam 4 grup. Masing-masing beranggotakan 23 anak, 22 anak, 22 anak, dan 21 anak. Aku mendapat undian masuk kelompok 2. Aku harus mengerjakan 7 soal dalam waktu 20 menit. Soalnya lumayan mudah.

            Tanggal 10 September 2013 kami mendapat kesempatan untuk berjalan-jalan ke Rumsiskes. Salah satu daerah bersejarah di Lithuania. Tempat yang begitu indah. Aku membeli beberapa barang disana. Tak lupa berfoto-foto pula.

            Keesokan harinya kami mulai berlomba kembali. Dengan mata lomba Practical Round atau babak pengolahan data. Soalnya hanya 3 dan diberi waktu selama 4 jam. Tapi, data yang diberikan begitu banyak Sehinga kita harus mengerjakannya satu-persatu. Soalnya lumayan mudah. Sore harinya kami berjalan-jalan ke Trakai. Tempat bersejarah di Lithuania.

            12 September 2013 kami berkesempatan untuk pergi ke Vilnius, ibukota Lithunia. Disini au banyak membeli souvenir untuk keluarga. Kami berada di Vilnius dari pukul 10.00 sampai pukul 19.00. Sangat lama.

            Keesokan harinya tibalah saat pengumuman para peraih medali. Ternyata, aku belum bisa memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Aku hanya menjadi participation. Indonesia pun hanya bisa membawa pulang 1 medali perak atas nama Kusuma Yani Pramanto. Walaupun tidak mendapatkan medali, aku tetap bahagia bisa membela tanah air di usia yang masih muda, 14 tahun.

            14 September 2013 pukul 14.50, kami naik pesawat dari Vilnius untuk kembali ke Indonesia. Seperti pada saat pergi, Vilnius-Jerman ditempuh dalam 3 jam. Kemudian dilanjutkan Jerman-Singapura selama 13 jam, dan Singapura-Jakarta 1,5 jam. Total lama penerbangan dengan transitnya sekitar 27 jam.

            Kami sampai di Jakarta pukul 21.30 WIB. Ketika keluar dari pintu kedatangan, aku langsung disambut oleh pihak dari kementrian dan ibu Lini, guruku. Kemudian dilanjutkan dengan acara penyerahan timnas ke guru masing-masing. Di acara ini alhamdlulillah aku diberi uang pembinaan sebesar Rp 5.000.000,00. Walaupun hanya partisipan, aku tetap mendapatkan uang pembinaan.

            Sekian cerita mimpi kecil yang mungkin mustahil terwujud tetapi menjadi sebuah kenyataan. Mimpi yang sulit sekali pun asalkan ada kemauan pasti bisa terwujud. Teruslah bermimpi dan berjuang, kawan!

Share/Bookmark
Komentar
Nama Bayi  | 22 Februari 2014
berjuang terus anak muda indonesia
Tulis Komentar
Nama
Email (tidak di publish)
Website
Komentar
 
Kode Unik
 

Agenda

    Pencarian

    Polling

    Bagaimana menurutmu pembelajaran bahasa inggris di smp negeri 2 rembang?





    Profil Guru

    Patmini, SPd, Lahir di Rembang pada tanggal 14 Maret 1962 . Saat ini beliau tinggal di : Desa Sumberjo RT 05 RW 02 Rembang. Jabatan Guru mengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia. CP : , email: Patmini@yahoo.co.id

    Download

    Slide Photo

    Kalender

      Rabu, 22 November 2017  
    S M T W T F S
          1 2 3 4
    5 6 7 8 9 10 11
    12 13 14 15 16 17 18
    19 20 21 22 23 24 25
    26 27 28 29 30    

    Gallery

    User Statistik


    Pengunjung hari ini 17
    Total Pengunjung 40489

    Hit hari ini 101
    Total Hit 550275

    Pengunjung Online 65

    Support

    Amri Ulinnuha